Art 
Haqqani Rabbani Band 
Haqqani Rabbani Band adalah pejuang cinta yang bersenjatakan musik dan keyakinan. Lewat bahasa yang universal yaitu; musik, Haqqani Rabbani Band berharap dapat berbagi rasa cinta yang sebenarnya hadir setiap saat.
Ungkapan cinta “From Rabbani With Love” yang dibuat oleh Haqqani Rabbani Band, sebenarnya adalah syair-syair Tua Islam yang dikenal sebagai Shalawat atau puja-puji untuk Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang dikemas dengan lebih modern dan luwes, namun tetap menjaga unsur tradisional yang identik dengan bunyi-bunyi tetabuhan, chanting juga ney.
Terbentuk pertama pada bulan Maret 2006, dan Album selesai dibuat pada akhir 2007, terbentuk dari rasa cinta yang ada di dalam hati Guru kami, maka band ini dibentuk demi apresiasi rasa tersebut kepada sesama manusia dengan menjunjung kedamaian sesama makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Haqqani Rabbani Band terdiri dari:
Irfan Chasmala
Iwan Wiradz
Shopian
Tohpati
Adi Dharmawan
Saat Borneo
Sangkan Cordova
Chandika
Eddy Kemput
Wim
|
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
|
Music Director, Keyboards & Programming
Lead Vocal
Vocal & Lyric
Acoustic Guitar on Khatm Khawajagan
Bass Guitar on Thola’al Badru Alayna
Suling
Electric Guitar on Thola’al Badru Alayna
Violin on Thola’al Badru Alayna
Acoustic Guitar on Thola’al Badru Alayna
Electric Guitar on Allah Hu Allah
|
Review:
From Rabbani With Love
Rabbani Sufi Institute of Indonesia 
| |
|
Album From Rabbani With Love adalah persembahan yang sangat berbeda dengan kebanyakan album rohani yang biasanya banyak di rilis di Indonesia menjelang bulan Ramadhan. Pada track pertama mendengar CD ini para pendengarnya akan “dikagetkan” oleh suara adzan yang megah berkumandang. Seolah-olah para pendengarnya diingatkan untuk menunaikan sebuah ritus suci terlebih dahulu sebelum ikut bernyanyi dan bersenandung. Track kedua “Marhabban Mawlana” bagaikan menyapa selamat datang disusul dengan track ketiga “Khatm Khawajagan” dan “Ya Habibi” yang diawali dengan denting piano. Tak satu pun lirik di album ini yang berbahasa Indonesia, semuanya berbahasa Arab hingga makin mengentalkan nuansa Timur Tengah yang dibangun dalam keseluruhan lagu-lagunya. From Rabbani With Love agaknya memiliki roots musik Qawwali yang kuat dengan pengaruh moderen yang hadir berkat masuknya instrumen-instrumen musik “barat” seperti gitar elektrik, bass elektrik, keyboard dan biola. Para kontributor musik album ini pun tidak sembarangan. Tercatat nama-nama hebat seperti Tohpati, Edddy Kemput, Iwan Wiradz, Adi Dharmawan, Irfan Chasmala yang bekerja sebagai music director album ini. Intinya, mendengarkan CD ini niscaya Anda seperti diajak untuk merasakan suasana beramah tamah spiritual dengan Yang Maha Kuasa dalam sebuah beranda agung. Tenang. Sejuk. Meneduhkan.
Wendi Putranto
Editor Rolling Stone Indonesia
|
Allah SWT itu memang ada! Melalui seni olah batin yang memperhalus jiwa sekaligus melepaskan ego, kita dapat hadiah secara spiritual untuk dekat kepada Allah SWT, Sang Pemberi Cinta. Ayo kita ubah generasi sekarang yang selalu mengatakan kita tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kekacauan di negeri ini. Tapi kami punya keyakinan kita bisa dan kita sedang melakukan perubahan itu. Allah SWT menciptakan kita untuk bahagia dan penuh cinta. Jadilah orang Islam yang bisa menebarkan hal tersebut untuk setiap makhluk. Jadilah manusia-manusia langit yang berjalan di bumi Allah SWT dengan ketenangan hati karena hanya memiliki sedikit keinginan. Terima kasih Naqshbandi Haqqani Rabbani untuk menjadi pengingat kami agar dapat menjadi manusia Langit.
Shahnaz Haque & Gilang Ramadhan
|
|
|
Naqshbandi Haqqani Rabbani
Whirling Dervishes

Terbentuk pada tahun 2006 , beranggotakan 9 penari utama. Sejak itu kelompok ini sering mendapat undangan dari berbagai pihak penyelenggara acara. Seperti; program-program TV, Radio Talk show , Upacara Pernikahan, Perayaan Ulang Tahun, Pentas Seni, sampai dengan menjadi talent Video Clip dari Band ternama. Whirling Dervish ini memang bukanlah sembarang tarian, terdapat pusaran magnet spiritual yang besar setiap tarian ini ditarikan. Karena tarian ini adalah tarian yang dilakukan dengan penuh cinta dan kepasrahan sehingga mampu memancarkan Cahaya Cinta Ilhahi ke setiap hati orang yang ada di sekelilingnya.
Diresmikan sebagai sebuah kelompok Whirling Dervishes ketika pada Mei 2007 seorang Master of Sema yang berkebangsaan Australia , Syaikh Abdul Wahid, datang untuk melatih prosesi dari upacara Sema kepada Naqshbandi Haqqani Rabbani Whirling Dervishes of Indonesia. Sebuah upacara resmi yang dilakukan pada tiap pagelaran Whirling Dervish. Beliau datang atas perintah Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani untuk mempersiapkan hadiah kejutan pada kunjungan Quthbul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani Ar Rabbani yang berikutnya ke Jakarta, Indonesia pada bulan September di tahun yang sama.
 Syaikh Abdul Wahid adalah seorang murid dari Tarekat Mevlevi (yang memang mewarisi konsep tarian Whirling Dervish dari Mawlana Jalaluddin Rumi, pendiri Tarekat Mevlevi) di Australia. Berpulangnya guru tercinta kepada Sang Pemilik tidak membuat Syaikh Abdul Wahid bergeming akan keyakinan atas kekuatan Cinta Illahi. Di tengah perjalanan menunggu petanda dari Sang Maha memberi Petunjuk akan kedatangan seorang Guru pembimbing spiritualnya, beliau dipertemukan dengan Syaikh Noorjan Mirahmadi yang kemudian membawa beliau kepada Quthbul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani Ar Rabbani. Cahaya Cinta Ilahiah yang terpancar dalam pertemuan ini, membuat Syaikh Abdul Wahid kemudian menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada Quthbul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani Ar Rabbani untuk dijadikan murid. Cinta yang dirasakan bukan hanya terpancar dari sinar mata Syaikh Abdul Wahid yang berbinar-binar, namun juga dari hatinya yang begitu berlonjak kegirangan. Kebahagiaan atas Cinta yang Benar.

Untuk pertama kalinya Naqshbandi Haqqani Rabbani Whirling Dervishes of Indonesia melakukan pagelaran upacara Sema resmi di depan Guru yang juga kekasih tercinta yaitu; Quthbul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani Ar Rabbani di sebuah acara Pesta Cinta yang diselenggarakan oleh Rabbani Sufi Institute of Indonesia pada 2 September 2007. 11 Whirling Dervishes dan 1 orang Embassy memberikan sesuatu yang lebih dari sebuah pertunjukan. Sebuah upacara yang dilakukan atas nama Cinta, dengan Cinta dan Mebawa Cinta. Malam itu, Hall besar kampus STEKPI di bilangan Kalibata itu dipenuhi dengan pengunjung yang berjumlah lebih dari 6000 orang yang secara antusias mengikuti keseluruhan prosesi hingga selesai. Tidak hanya Whirling Dervishes, pesta ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi-puisi Cinta, Dzikir Khatamul Khawajagan dan ditutup dengan Hadrah. Senyum, tawa dan tangis bahagia membaur menjadi sebuah kesan yang begitu manis dan melekat bagi tiap orang yang hadir pada saat itu. Ini adalah oleh-oleh yang begitu indah yang diberikan oleh Cinta untuk kita semua.
Kegiatan:

October 15, 2005
Tampil pada acara Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki, bersama Emha Ainun Najib January 6, 2006
Penampilan perdana "Naqshbandi Haqqani Whirling Dervish" yang disiarkan di SCTV bersama Dewa 19
 January 11, 2006
Tampil pada acara ulang tahun indosiar di Istora Senayan
January 12, 2006
Tampil bersama Dewa 19 di TPI
January 22, 2006
Shooting untuk acara ramadhan di RCTI, bersama Dewa 19, Melly Goeslaw, Opic, Marshanda

January 25, 2006
Shooting video clip Dewa 19, “Laskar Cinta”
January 27, 2006
Tampil pada acara launching album Dewa 19 "Republik Cinta" di Bundaran HI, dilanjutkan ke SCBD
March 1, 2006
Tampil pada acara tigaroda show di Indosiar bersama Dewa 19

April 7, 2006
Tampil pada program sufi meditation dengan pembicara Shaykh Nurjan Mir Ahmadi, di Taman Ismail Marzuki

May 2, 2006
Tampil pada acara ulang tahun Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) di Bulungan Jakarta May 27, 2006
Tampil pada acara “Rocker bilang Cinta” di Rcti bersama Dewa 19
 September 10, 2006
Sufi festival bersama Shaykh Hisham Kabbani Ar Rabbani, Dewa 19 & Ratu di Wisma Aldiron Pancoran

September 10, 2006
Shooting acara ramadhan di SCTV bersama Dewa 19 & Padi
September 22, 2006
Tampil di BI dlm acara ramadhan yg dihadiri senada & ustad Jefri
 October 06, 2006
Tampil pada acara pembacaan puisi di taman ismail marzuki
 October 16, 2006
Wawancara dg Alia Rohali & tampil pada acara Apa kabar Indonesia di TVRI
October 21, 2006
Tampil di Senayan City
December 03, 2006
Launching Rabbani Sufi Institute di tennis court kediaman Adang Dorojatun. Bersama Dhani Ahmad
 July 25, 2007
Shooting untuk acara Trans TV ”Embun Pagi” bersama Ineke Kosherawati
 May 12, 2007
Tampil dalam acara "Dzikir Bersama" dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy di Bandung
August 30, 2007
Sema Ceremony bersama Shaykh Abdul Wahid dari Australia di Cinere Sufi Center, yang diliput oleh Trans TV

September 02, 2007
Sema ceremony di auditorium Stekpi bersama Shaykh Abdul Wahid (selaku whirling instruktur) dari Australia dan Mawlana Shaykh Hisham Kabbani Ar Rabbani

September 03, 2007
Penyambutan Shaykh Hisham Kabbani di Cinere Sufi Center  September 28, 2007
Wawancara radio Delta FM dengan Shahnaz Haqque
September 25, 2007
Shooting whirling dervishes anak-anak untuk program laptop si unyil di Cinere Sufi Center
August 30, 2007
Tampil pada acara An Everning with Rumi
Seni Corat Coret
Kaligrafi
Selain berarti “Tulisan Indah”, seni tulis yang muncul pada masa keemasan di jaman Abbasyah hingga jaman Fatuimyah pada abad 900 SM ini berawal dari penulisan huruf Arab gundul yang kemudian berkembang dan diindahkan dengan simbol-simbol, warna sampai dengan bentuk-bentuk huruf baru yang beragam. Dalam proses pembuatannya Kaligrafi mempunyai makna yang sangat dalam bagi si penulis dan penikmat. Allah SWT memberikan sentuhan keindahan kepada masing-masing ciptaanNya, yang kemudian terpancar dan tercermin dari tiap mahklukNya. Anugerah Keindahan tersebut menjadi hal-hal yang kemudian kita sukai di dunia ini seperti; harumnya bunga, cantiknya pelangi, indahnya sinar rembulan, dsb. Maka dari itu, Kaligrafi yang dibuat dengan hati yang selalu menghadap kepada Allah SWT dan Kekasih yang paling dimuliakanNya Sayyidina Rasulullah SAW, mampu memancarkan Cahaya Illahi yang memenuhi hati dengan bara rindu akan Cinta Sang Pencipta. Kaligrafi adalah seni tulis indah, seindah tulusnya Cinta Sayyidina Rasulullah SAW.

Lukis
Seni lukis merupakan salah satu seni corat coret yang dikembangkan di Yayasan Rabbani Sufi Institut Indonesia . Seperti setiap aktifitas yang dilakukan di dalam Rabbani Sufi Center ini, semua dijalani dengan proses dan dengan hati yang selalu menghadap Allah SWT juga Hamba yang paling Mulia, Sayyidina Rasulullah SAW. Karena setiap proses mengandung pembelajaran yang berbeda-beda bagi tiap pelaku. Bermula dari belajar melukis objek sampai kemudian melukis wajah Guru. Tahapan-tahapan ini harus dilalui oleh si pelukis, karena di dalam tahapan-tahapan itu pulalah si pelukis dapat menemukan dirinya. Esensi diri yang sesungguhnya dan menyadari bahwa hidup adalah semata-mata karena Cinta Allah SWT terhadap setiap makhlukNya. Menjaga Wudhu, Memohon pertolongan dari Guru dan para Awliya Allah dan bershalawat sepanjang melukis, membuat hasil lukisan berbeda dengan lukisan-lukisan yang seperti biasanya. Tidak hanya gambar yang indah, lukisan tersebut akan memancarkan Cahaya Illahi yang begitu indah yang tidak saja mempesona mata, namun juga mampu menawan hati yang melihat.
 Selaras dengan perkembangan, wadah seni lukispun tidak lagi hanya pada kanvas dan kulit, namun kini juga sudah merambah ke media luar ruang seperti tembok. Yayasan Rabbani Sufi Institut mendukung anak-anak muda dengan ketertarikan mereka masing-masing, antara lain Mural (Wall Painting), Body Painting dan Digital Printing.
Damask Rose (Handy Craft)

Damask Rose atau Mawar Damaskus adalah Mawar yang diyakini sebagai simbol Cinta Allah atas kelahiran Kekasih yang paling dikasihiNya; Sayyidina Rasulullah SAW. Mawar yang melambangkan Cinta ini ditandai dengan kelopak bunga yang jika diurai akan membentuk La ilaa ha illallahu. Setiap jenis mawar mewakili keindahan dari umat Sayyidina Rasulullah SAW.
Sebagai salah satu kegiatan pemberdayaan dari Rabbani Sufi Institute of Indonesia dalam bidang kerajinan tangan dan fashion design. Dalam proses pengolahan, kerajinan ini juga dilakukan dengan penuh rasa Cinta, menghasilkan kerajinan tangan yang tidak hanya terlihat indah. Namun juga terasa nikmat saat menggunakannya. Identifikasi dari berbagai produk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh Rabbani Sufi Institute of Indonesia, adalah pada detil ukiran Damask Rose yang dibuat oleh tangan. Tidak hanya diperlukan ketelitian serta waktu yang cukup panjang, proses ini juga membutuhkan kesabaran yang sangat ekstra. Sehingga dalam membuat kerajinan ini seseorang akan belajar untuk mengikhlaskan dirinya pada jalan kehidupan yang penuh liku dan ujian untuk sebuah hasil/hadiah yang tidak disangka-sangka. Hadiah seindah Damask Rose.
SELENIUM: Art of Love

Rabbani Sufi Institute of Indonesia adalah Yayasan yang fokus pada pemberdayaan kaum muda di Indonesia dalam bidang apapun. Termasuk di dalamnya adalah bidang Audio Visual & Multimedia. Kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah studio design. SELENIUM adalah perusahaan kecil dengan basis kreatif; design, audio visual strategy dan web design yang mempunyai spesialisasi pada website design, photography, videography, flash multimedia, corporate identity & print graphics dengan kualitas terbaik. Selain itu, SELENIUM juga menawarkan jasa seperti; konsultan, creative designers, copy writers, programmers sampai dengan marketing professionals yang mampu memberikan solusi pada problem-problem on line. Kualitas produk yang baik adalah hasil ide-ide cemerlang klien yang dikembangkan dan dikemas oleh tim kreatif . Sublimasi yang solid ini hanya bisa ditemui di SELENIUM.
Buku 
Wisdom of The Saints
Begitu banyak kejadian yang terjadi dalam kehidupan. Dan dari tiap kejadian, terdapat makna yang juga tidak terhitung jumlahnya. Wisdom of The Saints adalah kumpulan kisah atau sohbet yang ditulis oleh Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Al Haqqani dan Mawlana Syaikh Muhammad Hisham Kabbani Ar Rabbani, yang dapat menuntun kita pada sebuah pemaknaan yang benar untuk tiap kejadian pada kehidupan kita. Bahan perenungan yang dapat membantu kita untuk lebih mengenali siapakah diri kita sebenarnya, dan apakah sebenarnya tugas kita di dunia ini. Cinta Allah yang berbentuk kisah-kisah bijak yang disampaikan dua orang Awliya Allah ini, mampu membuat pemaknaan yang berbeda bagi tiap pembacanya. Sebuah keunikan yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu menyadari betapa Allah tidak pernah ingkar akan janjiNya dan hidup dengan penuh kebahagiaan. Mereka adalah para Wali Allah.
Seni Bela Diri 
Aikido

Hidup adalah sebuah jalan cerita yang mengalir penuh dengan kejutan dan keajaiban yang berujung pada sebuah rasa Bahagia. Jika dijalani dengan penuh keyakinan akan Kebaikan Sang Khalik maka kesadaran akan betapa indahnya hidup ini akan mengalir bagai siraman air yang menyejukkan. Aikido adalah seni bela diri yang mempunyai dasar falsafah atau pemikirian yang sama.

Gerakan yang seperti air mengalir dilakukan dengan penuh Cinta mengantarkan pelakunya kepada sifat sederhana dan bersahaja. Latihan gerakan yang dilakukan dalam Aikido hanyalah cara untuk menangkap makna sebenarnya dan memperoleh manfaat. Tidak untuk menyerang musuh, sebaliknya Aikido mengutamakan prinsip kelembutan yang membimbing lawan dengan kasih. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudian menundukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.  Hal-hal tersebutlah yang membuat Rabbani Sufi Institute if Indonesia /Rabbani Sufi Center kemudian memilih Aikido menjadi salah satu kegiatan yang diadakan secara regular 4 kali seminggu. Kegiatan ini tidak dipungut biaya dan terbuka untuk siapa saja yang ingin mempelajari seni bela diri yang unik ini. Teknik-teknik Aikido yang mengarahkan pelaku kepada kesadaran akan kekuatan alam semensta, merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kesadaran akan esensi manusia kepada Rahmat Semesta Raya “Sayyidina Rasulullah SAW”.
Kendo

"Life is not about how you win a battle, but it's more about how you live your life
even though you knew that you're going to die in a fight"
Adalah sebuah seni berpedang Samurai Jepang. Sebagai salah satu seni bela diri tertua di Jepang, Kendo tidak hanya berisikan teknik-teknik berpedang secara fisik namun juga mengajarklan filosofi-filosofi yang diwariskan oleh tradisi Budo, di mana “do” berarti sebuah jalan atau cara untuk mengembangkan diri melalui latihan bela diri. Kendo mengembangkan jiwa yang kuat, pandangan dan pendirian yang positif dan rasa hormat terhadap satu sama lain.
 Tujuan Berlatih Kendo:
- Menyatukan pikiran dan badan
- Menumbuhkan jiwa yang bersemangat
- Melalui latihan yang benar dan keras
- Selalu mengembangkan seni Kendo
- Menjunjung tinggi kehormatan dan sopan santun
- Berhubungan dengan orang lain dengan tulus
- Selamanya untuk mengembangkan diri sendiri
- Mampu mencintai negara dan masyarakatnya
- Berkontribusi dalam pengembangan kebudayaan
- Memasyarakatkan kedamaian dan kesejahteraan dalam masyarakat

Walaupun Kendo kadang terkesan sebagai seni bela diri yang kasar (berisik, agresif dan keras), pada sebenarnya Kendo berisi gerakan-gerakan seni bela diri yang dinamis. Karena untuk menjadi seorang pemain Kendo, dibutuhkan kemampuan konsentrasi yang tinggi, keanggunan serta ketangkasan dalam melakukan semua gerakan Kendo. Rangkaian gerakan yang paling dasar adalah Kendo Kata, “Kata” yang berarti rangkaian gerakan berurutan yang mengilustrasikan sebuah aspek secara sangat mendalam atau berarti lebih dari sekedar seni bela diri. Kendo Kata dipraktekkan dengan menggunakan sebuah pedang kayu padat yang disebut Bakuto . Ada 10 Kendo Kata yang dirinci All Japan Kendo Foundation . Setiap Kata mengandung sebuah rangkaian tunggal konsep yang memungkinkan pemain Kendo untuk menggali secara mendalam dari rangkaian gerakan aslinya.

Seperti menari diiringi dengan musik, pemain Kendo harus bisa menangkap ritme ayunan atau gerakan dari pedang, tangan, langkah kaki, naik turun nafas bahkan semua ritme gerakan yang ada di sekitar termasuk lawannya. Layaknya menjalankan sebuah ikhtiar; Fokus, Bersabar dan Bersemangat adalah 3 sikap yang diperlukan dari seorang murid yang ingin menjadi seorang pemain Kendo. 3 sikap tersebutlah yang membuat Rabbani Sufi Institute of Indonesia mengadakan pelatihan seni bela diri Kendo ini, sebagai kegiatan penunjang yang mencerminkan perjalanan kehidupan manusia di dunia menuju Kebahagiaan yang Hakiki.
Let's Dance!
|