
Heaven on Earth atau Surga dunia. Kami beri nama seperti itu, karena setiap seremoni di bawah ini dilakukan dengan penuh kegembiraan. Dimana bukan saja raga yang melakukannya dengan penuh nikmat, tetapi terlebih hati juga mampu merasakan gegap gempita tabuh-tabuhan genderang Surgawi yang mampu membangkitkan kesadaran akan Kebahagiaan Ilahi yang tercurah setiap saat kepada kita, mahkluk ciptaanNya. Surga adalah Kebahagiaan Ilahi yang selalu diimpikan oleh setiap mahklukNya. Dan Kebahagiaan Surgawi inilah yang selalu kami rasakan.
Selamat datang saudara-saudaraku... mari berbagi Kebahagiaan akan Cinta ini... Karena hidup adalah semata-mata Kebahagiaan didalam Genggaman Sang Pencipta.
Dzikir Khatamul Khawajagan 
Adalah hadiah Allah kepada Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq ra atas Cintanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, yang melebihi dirinya sendiri. Hadiah ini diberikan kepada Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq ra ketika di gua Tsur. Beliau adalah satu-satunya sahabat yang tidak pernah meragukan ataupun bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW. Jiwa dan raganya telah sepenuhnya diberikan kepada Sayyidina Rasulullah SAW, saat pertama kali bertemu dan mengucapkan “Asyhadu an lailaahaillallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu". Keyakinan atas Kebenaran yang dibawa oleh Sayyidina Rasulullah SAW inilah yang membuat dzikir Khatamul Khawajagan menjadi dzikir penutup para ulama. Dzikir dengan kemuliaan tertinggi atas nama Cinta yang Benar.
Dzikir Khatamul Khawajagan berisi dengan doa-doa yang menuntun kita pada rasa Cinta yang sejati dan Kebahagiaan yang Hakiki.
Dzikir ini diadakan di:
Rabbani Sufi Center
Jl. Villa Terusan no. 16
Villa Cinere Mas
Pondok Cabe, Jakarta Selatan
Telepon: 021 7421938
Rabu 22.00 – Laki-laki
Minggu 16.00 – Perempuan
Majelis Dzikir juga diselenggarakan di:
Pondok Labu
Jl. Pangkalan Jati No. 1A
Telepon: 0815 9366990/ H. Ujang
Jum'at Malam
|
Limo Cinere - Depok
Jl. Pinang II No. 16, Limo Cinere
Telepon: 021 712 7552 / Sandi
Jum'at Malam
|
Sanggar Bulungn CSW
Jakarta Selatan
(dibelakang kolam renang bulungan, rumah kayu)
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon: 0817 666 9545 / Mulyadi
|
Pondok Pesantren Al-ma'unah
Depok
Telepon: 021 7024 0607 / Ustadz Nurjaya
Sabtu Ba'da Magrib
|
Masjid Anwarul Hidayah
Jl. Sakti Komarudin Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur
Telepon: 0815 749 22580 / Bapak Syukur
|
Masjid Islamic Center
Jakarta Utara
Telepon: 0813 8000 9933 /
Bapak Dedy |
Cibi - Mall Cijantung
Lt. Semi Basement
Jl. Pendidikan I, Jakarta Timur
Telepon: 0856 9417 0705 / Bapak Nur Hidayat
|
Puspitek Serpong
Telepon: 0811 838 614 / Jepi Jajajng Sasmita |
Perumahan Kelapa Dua Tangerang
Jl. Bidar II No. 1
Perumahan Kelapa Dua Tangerang
Telepon: 021 322 57706
|
Solo
Sedah Romo Lor No. 2 RT 02/RW 07
Kartosuro, Solo
Telepon: 0271 282 866 / 0812 265 1333 / Bapak Mashuri |
Cikampek
Depan Gerbang Perum Pondok Cikampek
Desa Babakan Pintu, Pawarengan
Telepon: 08111 779 654 / Iwan
0813 1514 3816 / Ibu Hj. Asmawati |
Wonosobo
Telepon: 0857 1071 5116 / Taufiq |
Yogyakarta
Telepon: 0856 474 66 169 / Ma'sum |
Hadrah 

Dikenal sebagai pesta penyambutan Sayyidina Rasulullah SAW di jamannya. Hadrah selalu menjadi acara meriah yang dilakukan dengan penuh kegembiraan akan Cinta Kekasih Terkasih Allah SWT. Lantunan Shalawat, gerakan serta hentakan “Ya Hayy!” yang berarti HIDUP, ditujukan untuk membangunkan ruh atau spiritual yang telah lama tertidur dan dikendalikan oleh ego. Ketika ruh atau spiritual terbangun, maka pancaran Cahaya Kehidupan yang sesungguhnya atau Illahi akan tertuang pada masing-masing orang yang melakukan Hadrah tersebut. Kebahagiaan yang Hakiki akan mengalir dari hati lewat rasa dan memenuhi ruang-ruang yang selama ini terasa kosong. Gerakan yang dilakukan dengan iringan tangan dari mulut menuju seluruh tubuh, agar kata “Hayy!” yang keluar dari mulut mencapai seluruh tubuh dan membangunkan seluruh sel-sel di tubuh kepada kecintaan untuk kembali kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Hadrah is all about Happiness!
Upacara ini dilakukan hampir tiap hari dan juga pada dzikir regular oleh Rabbani Sufi Center .
Manaqib 

Pembacaan kisah-kisah perjalanan hidup menuju Cinta Ilahi dari Syaikh Bahauddin Naqshaband dan Syaikh Abdul Qadir Jaelani yang tertulis dalam kitab-kitab kuno. Kisah-kisah ini dibacakan setiap bulan pada tanggal 10 Hijriah. Manaqib dilakukan dengan tujuan menyampaikan petuah dan membagi rasa yang dirasakan oleh kedua Syaikh yang dimuliakan ini. Selain itu hal yang paling penting dalam pembacaan Manaqib ini adalah Transmisi Cinta yang amat besar akan terjadi pada setiap pembacaan kisah. Adapun pembacaan kisah dari Shaykh Bahauddin Naqshaband, berfungsi untuk mendatangkan kekuatan spiritual atau Cinta Illahiah. Dan pembacaan kisan dari Shaykh Abdul Qadir Jaelani adalah untuk memudahkan dunia, namun tidak menimbulkan kesan pada dunia.
Adab dalam menjalani Manaqib ini adalah pendengar sebaiknya benar-benar mendengarkan pembacaan kitab-kitab tersebut dengan seksama. Selain itu untuk dapat menyimak kisah-kisah Cinta ini dengan benar, sebaiknya pendengar tidak berbicara, makan, minum atau terlalu banyak melakukan gerakan. Karena selain berdampak tidak baik pada diri sendiri, aktifitas-aktifitas tersebut juga akan mengganggu konsentrasi pendengar lain yang berada di dekatnya. Adab seperti ini sebaiknya dijaga sepanjang pembacaan, untuk menjaga Transmisi Cinta Ilahiah yang sedang disalurkan.
Perayaan Ulang Tahun/Birthday Party 

Yakinlah bahwa hidup ini selalu penuh dengan Kebahagiaan yang diberikan oleh Tuhan lewat setiap kejadian. Salah satu kejadian yang selalu dipenuhi oleh tawa bahagia adalah Perayaan Ulang Tahun atau Birthday Party. Selalu ada pihak yang diselamati dan menyelamati dalam perayaan ini. Bernyanyi, dengan lagu-lagu riang ala Perayaan Ulang Tahun atau Birthday Party sebagai ucapan syukur atas nikmat yang ditambahkanNya. Tiup lilin sebagai tanda penerimaan/ikhlas atas garis hidup yang telah ditentukanNya dan Potong Kue sebagai ungkapan dari rejeki, keberkahan dan Cinta yang selalu terbagi/tercurah kepada semua ciptaan. Senyum dan tawa riang selalu terhias pada perayaan ini. Sebuah ilustrasi Kebahagiaan Ilahi yang sebenarnya kita kecap setiap saat namun sangat jarang atau hampir tidak pernah kita sadari. Rabbani Sufi Institute of Indonesia adalah Yayasan yang selalu berbahagia serta ikut merayakan setiap Perayaan Ulang Tahun atau Birthday Party yang diadakan. Karena tidaklah Tuhan menciptakan kita selain untuk Berbahagia atas segala nikmatNya. 
Shalawat 

Kehilangan diri dan kerinduan yang menghimpit dada adalah rasa yang pasti akan dialami oleh seorang pecinta. Kemanapun seorang pecinta menatap, di manapun seorang pecinta berada, dia tetap tidak akan melihat dirinya. Hanya diri kekasihnyalah yang akan selalu dilihatnya. Karena bagi diri seorang pecinta sejati, tidak ada yang lain selain kekasihnya. Puji-pujian yang mengalir bagai air yang memenuhi seluruh semesta tidak akan pernah terasa cukup, karena harum sang kekasih terus menerus menerjang jiwa yang telah habis tergilas rasa rindu. Hanya Engkau yang kulihat! Hanya Engkau yang kudengar! Hanya Engkau yang kurasa! Wahai Kekasih!
 Kemuliaan dari seorang Hamba Terkasih, Rahmat bagi semesta raya; Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW telah membuat seluruh ciptaan begitu berwarna dan indah. Keindahan itu kemudian menjadi hal-hal yang membuat hati bergembira dan berbahagia. Kegembiraan atas keindahan ini membuat Allah SWT bershalawat (puji-pujian) untuk HambaNya yang paling Mulia. Sebuah Kebahagiaan yang takkan pernah bisa terlukiskan. ”Allahuma sholli wa sallim wa barik 'alayhi wa 'ala alih” (Ya Allah berikanlah tempat-Mu yang tertinggi, berkahilah dan kirimkanlah selalu kedamaian kepada Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW dan juga seluruh keluarga Beliau). Syair-syair tua shalawat yang berisi puji-pujian kepada Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW merupakan ungkapan rasa rindu, rasa syukur dan rasa cinta yang hampir tak mampu terungkapkan, yang ditulis oleh penyair-penyair Sufi yang selama hidupnya mabuk akan Kelembutan Cinta Sang Kekasih Terkasih Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW.

Diiringi dengan alat musik tabuh-tabuhan, pembacaan shalawat ini menjadi begitu hidup dan penuh energi. Pembacaan serial syair-syair kisah yang merayakan kelahiran Sumber Cahaya dari semua keberadaan dan ketidakberadaan; Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW ”Mawlid ad-Dayba'i” ini dilakukan oleh Rabbani Sufi Institute of Indonesia setiap hari kamis pukul 20.00-22.00 WIB.
Come and Rejoice The Love!
Whirling Dervishes 
|
Aku adalah Engkau…
Engkau adalah Dia
Dia adalah Aku… |
Whirling Dervishes atau Tari Berputar adalah tarian yang sangat dikenal sebagai tarian Cinta dari kaum sufi. Tarian ini pertama kali diperkenalkan oleh Sayyidina Rasulullah SAW kepada Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq ra yang kemudian dipopulerkan oleh Mawlana Jalaluddin Rumi. Tarian ini adalah gerakan yang dilakukan Atas Nama Cinta, Dengan Cinta dan Membawa Cinta. Penyerahan diri yang seutuhnya dan keyakinan yang teguh adalah 2 hal mendasar yang dibutuhkan dalam menarikan tarian ini. Karena hanya dengan berbekal kedua hal tersebutlah maka tarian yang berputar dari arah kiri ke kanan ini akan menghasilkan pusaran rasa Cinta serta Kebahagiaan yang kemudian terpancar dari si penari ke seluruh ruang dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Pada saat-saat seperti itulah maka akan terasa Unity atau Kesatuan antara makhluk dan Penciptanya. Kesadaran bahwa Pencipta dan ciptaan tidak akan pernah berpisah sampai kapanpun, selalu bersama layaknya sepasang Kekasih.
Gerakkan dari kini ke kanan melambangkan gerakan semua benda yang ada di dunia. Jutaan planet-planet sampai dengan atom, bergerak dari kiri ke kanan, berputar pada porosnya masing-masing tanpa bertabrakan satu sama lain. Ini menggambarkan betapa besar Kuasa Tuhan atas segala ciptaanNya, tidak ada satupun gerakan terjadi tanpa seizinNya. Dan semua ini adalah karena CintaNya semata untuk membahagiakan kita ciptaanNya.
Maka Berbahagialah atas nama CintaNya...
Atas nama KekasihNya yang paling dikasihi; Sayyidina Rasulullah SAW .
Karena Dialah Rahmat untuk segala Semesta Raya.
|