Mawlana Shaykh Nazim Mawlana Shaykh Hisham Yayasan Rabbani  Kontak Rabbani  
     
English 
 
Muka   
 
 
 
 
Puisi 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
   
   
Puisi


 

Aku melihat Tuhanku dengan mata dari mata hatiku

Aku berkata, “ Tidak ada keraguan, hanya Engkau yang ada, hanya Engkau, hanya Engkau “

Engkaulah satu-satunya yang memasuki setiap rasa dimanapun di dalam diri ini, karena dimanapun rasa yang kucari di dalamnya ada Diri Mu.

Tidak ada cara untuk mengetahui Diri Mu, dimanapun kami mencarinya, sebab di setiap tempat yang kami temui hanya Diri Mu

Tak akan sanggup aku berkhayal tentang Diri Mu, karena kami tidak mengetahui tentang Mu

Tak ada satu pengetahuanpun yang dapat mengetahui tentang Diri Mu kecuali pengetahuan yang datang dari Diri Mu untuk mengetahuinya

Dalam kehilangan diriku aku melihat Diri Mu dan hanya menemukan Mu, dan semakin ku mencari diriku dalam Diri Mu yang kutemukan hanya Diri Mu




Jiwamu diciptakan di dunia
Hanya untuk menemani jiwaku
Menjelajahi Samudera Kehidupan
Sampai akhir

Yang aku butuhkan bukan jasadmu yang fana
Tapi jiwamu untuk kubawa kembali
Dalam keabadian tanpa batas ruang dan waktu

Kamu juga tahu, karena rasa yang sejati
Tak akan pernah bisa diingkari dari hati yang paling dalam

Karena itu berasal dari Samudera Illahi
dan terbebas dari nafsu hewani dan ego . . .
Itu yang disebut Cinta Sejati

Akan kubangunkan jiwamu yang sudah lama tertidur
Supaya tersadar dalam kesadaran Surgawi
Karena aku adalah engkau dan engkau adalah aku




 

Aroma mawar semerbak menebarkan wangi
Tak satupun makhluk yang tak menyukainya
Tapi tanpa air . . . .

Maka mawar ta' kan berarti
Air bagaikan cinta . . . .
Di tunggu setiap makhluk

Tanpa cinta . . . . makhluk takkan berarti
Karena cinta adalah raja
Dan hati adalah singgasananya

Cinta menebarkan wangi
Memikat hati . . . .
Membelenggu jiwa . . . .
Bagaikan oase ditengah sahara . . . .
Setiap makhluk terpikat akannya . . . .



 
   







      Copyright © 2008 Rabbani Sufi Institute of Indonesia. All rights reserved.